Metroislam.com – Setiap tahun, Mudik Bareng NU selalu disambut hangat oleh warga. Terbukti dengan jumlah pendaftar yang lebih banyak dibandingkan dengan jumlah kursi yang tersedia.

Di sela-sela pelepasan Mudik Bareng NU, Ahad (18/6), NU Online menyempatkan mewawancarai beberapa pemudik.

Bu Deden yang mudik dengan tujuan Bumiayu merasa sangat bersyukur dengan adanya Mudik Bareng NU.

“Sudah dua tahun saya tidak bisa mudik. Jadi sekarang dapat tiket gratis dari PBNU. Saya berterima kasih sekali,” katanya dengan raut wajah terharu.

Ada pula Nurul Khotimah, mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Rawamangun. Gadis yang mudik ke Brebes ini mengatakan, “Alhamdulillah bisa ikut mudik. Saya kan masih mahasiswi, belum punya penghasilan jadi ada tiket gratis bisa ikut.”

Sementara itu Bu Teti yang mudik jurusan Kulonprogo menceritakan tahun lalu ia juga ikut Mudik Bareng PBNU.

“Saya dan keluarga mendapat pelayanan yang baik selama di perjalanan mudik tahun lalu, jadi nyaman. Menurut saya persiapan dan pelayanan mudik tahun ini lebih baik dan tertib,” katanya.

Di tengah kegembiraan persiapan mudik, panitia mendapat kabar duka, karena ada seorang calon pemudik yang meninggal dunia, tepat sehari sebelum pemberangkatan mudik.

Jenazah pemudik bernama Sugiyanti dengan tujuan Yogyakarta itu pun diantar ke kampung halaman dengan fasilitas mobil jenazah NU Care LAZISNU. Jenazah tiba di Yogjakarta pada Ahad (18/6) siang.

Source: www.nu.or.id

Komentari artikel ini secara ilmiah dan berahlak

komentar