MetroIslam.com – Budayawan Sujiwo Tejo mengatakan, bahwa kesenian itu lebih dekat pada kebenaran. Menurutnya, untuk meraih kebenaran yang paling mudah ialah melalui kesenian. Bukan melalui premis-premis. Hal itu disampaikan Tejo pada Silaturahim Kebudayaan yang digelar Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU, di Gedung PBNU, Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada Rabu (9/8).

“Karena mereka mencari kebenarannya tidak dari premis-premis, tidak dari anggapan-anggapan kebenaran itu, tetapi dari sesuatu yang lebih dari hati itu. Kalau dari hati kan pasti ketemu,” ucapnya.

Menurut Tejo, seni itu punya peran penting dalam kehidupan suatu bangsa. Ia menjelaskan, kalau  tingkat keseniannya suatu bangsa makin tinggi, maka konflik antaragama, antarsekte di dalam agama di dalam bangsa itu akan berkurang.

Sementara pada Senin (8/5) beberapa waktu yang lalu, hal senada juga disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang menyatakan bahwa kesenian bisa menjadi sarana mengantarkan pelakunya kepada kebenaran, bahkan kepada Allah. “Karena seni tak bisa berbohong,” ungkapnya.

Kiai Said menerangkan, bahwa justru banyak ulama kita yang ahli seni. “Imam Syafi’i sebelum menjadi imam besar adalah seorang penyair. Sayyidina Ali sebelum menjadi khalifah adalah seorang penyair,” tuturnya.

Source: www.liputanislam.com

Komentari artikel ini secara ilmiah dan berahlak

komentar