MetroIslam.com – Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Sayyid Ali Khamenei menegaskan bahwa negaranya tidak takut dengan ancaman Amerika Serikat (AS). Dia menyerukan rakyat Iran melakukan perlawanan terhadap pemerintah Presiden Donald Trump untuk menunjukkan pembangkangan pada peringatan Revolusi Islam 1979 yang jatuh 10 Februari nanti.

Berbicara kepada komandan militer di Teheran, Khamenei menyentil tweet Presiden Trump yang berbunyi; “Iran bermain dengan api” untuk merespons uji tembak rudal balistik. Tweet Trump itu kemudian disusul dengan penjatuhan sanksi terhadap Iran.

”Iran tidak takut ancaman (AS)!,” katanya, dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari situs resminya dan dipublikasikan oleh stasiun televisi Iran, semalam (7/2/2017). ”Tidak ada musuh yang dapat melumpuhkan bangsa yang besar ini,” lanjut Khamenei.

Sanksi terbaru dari AS untuk Iran dijatuhkan pemerintah Trump pada 3 Februari lalu. Sanksi itu dijatuhkan terhadap 26 individu dan perusahaan Iran yang dituduh mendukung program rudal Iran.

Khamenei menolak saran Trump bahwa Iran seharusnya berterima kasih kepada pemerintah AS yang bersedia mencapai kesepakatan nuklir bersama Iran dan lima negara kekuatan dunia lainnya (Rusia, China, Inggris, Prancis dan Jerman).

Alih-alih berterima kasih, Khamenei justru meledek Trump dengan menyebut bahwa presiden AS itu menunjukkan “wajah asli” Washington. Ledekan Khamenei itu mengacu pada larangan imigran asal tujuh negara Muslim Timur Tengah dan Afrika oleh pemerintah Trump.

”Dengan semua yang dia lakukan—memborgol anak-anak berumur lima di bandara—dia menunjukkan realitas HAM Amerika,” sindir Khamenei, seperti dikutip IB Times

Source: www.sindonews.com

Komentari artikel ini secara ilmiah dan berahlak

komentar