MetroIslam.com – Gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman menyatakan sebanyak 23 warga sipil, beberapa di antaranya perempuan dan anak kecil, meninggal dunia terkena serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap kawasan dekat kota Taiz di barat daya Yaman.

Sumber militer lain yang dekat dengan kubu pendukung presiden tersingkir Yaman, Abd Rabbuh Mansour Hadi, menyatakan 20 warga sipil terbunuh akibat salah sasaran.

Dilaporkan bahwa serangan udara itu menerjang sebuah mobil yang mengangkut warga sipil di sebuah daerah yang berjarak sekira 60 km dari Taiz, ibu kota provinsi yang juga menggunakan nama yang sama.

Di antara puluhan korban itu terdapat enam anak kecil yang mayatnya hangus hingga tak dikenali identitasnya, dan serangan ini terjadi terhadap kawasan yang dikuasai oleh Ansarullah. Para korban adalah warga yang baru pulang belanja dari sebuah pasar.

Pihak pasukan koalisi pimpinan Saudi belum memberikan komentar mengenai serangan ini. Peristiwa ini terjadi beberapa hari menjelang kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Arab Saudi. AS merupakan negara sekutunya Saudi yang telah membekali Saudi dengan banyak senjata, termasuk yang digunakan di Yaman.

Saudi dan sekutunya yang melancarkan invasi militer ke Yaman sejak Maret 2015 sampai sekarang dan sudah berulangkali melancarkan serangan udara yang korbannya adalah warga sipil sehingga membangkitkan kecaman internasional.

Source: www.liputanislam.com

Komentari artikel ini secara ilmiah dan berahlak

komentar