MetroIslam.com 

Puncak Haul ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) diselenggarakan, Sabtu (7/1). Sejumlah kegiatan digelar dari mulai penampilan seribu rebana pada siang hari, dan pengajian umum saat malam. Di sela haul Presiden ke-4 RI tersebut, ada juga pameran lukisan.
Setidaknya ada puluhan lukisan yang dipajang di lantai dasar gedung KH Yusuf Hasyim, area Pesantren Tebuireng tersebut. Sejumlah tokoh seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Yusuf Hasyim, Gus Dur, KH Ishak Latif, serta kaligrafi dan pemandangan terpajang dengan rapi.
Salah seorang pelukis, M Rozi mengemukakan bahwa pameran tersebut sebagai bagian dari memeriahkan haul Gus Dur. “Kendati demikian yang kami pamerkan tidak semata Gus Dur, juga hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan tokoh lain,” kata pelukis asal Sidoarjo tersebut.
Seniman yang telah berkecimpung di dunia lukis sejak menimba ilmu di Madrasah Tsanawiyah Tebuireng tersebut mengemukakan bahwa untuk menilai dan menikmati jenis lukisan juga beragam. “Ada yang baru dapat dilihat dengan jelas kalau jarak pandangnya minimal dua meter,” katanya sembari menunjukkan lukisan KH Yusuf Hasyim. Bila disaksikan dari jarak dekat, gambar tersebut malah kurang jelas, lanjut Pak Rozi, sapaan akrabnya.
Pak Rozi tidak sendiri. Selama pameran tersebut dia ditemani rekannya, Bapak Mansa, yakni pelukis sejak di Pesantren Tebuireng. “Harga setiap lukisan beragam, dari mulai angka sejuta hingga empat juta,” ungkap Bapak Mansa.
Bagi keduanya, menjadi pelukis dapat dijadikan pilihan bagi para santri, termasuk Pesantren Tebuireng. Lewat Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (Ikapete), akhirnya dapat didata bahwa sejumlah profesi digeluti para alumni Pesantren Tebuireng. “Dari mereka yang menjadi dai, pebisnis, politisi, seniman dan sebagainya,” jelas Pak Mansa.
Dan dengan terbuka, Pak Rozi dan sejumlah seniman lain akan menjembatani bagi santri Tebuireng yang ingin menggeluti dunia seni, khususnya lukis. “Kami membayangkan, di pesantren ini akan ada komunitas pelukis sehingga hobi mereka dapat diarahkan dengan lebih baik,” katanya.
Ketua Panitia Peringatan Haul ke-7 Gus Dur, Ustadz Iskandar mengatakan, puncak peringatan haul Gus Dur digelar Sabtu malam pada pukul 19.00 hingga 22.00 WIB. Acara dlaksanakan di kompleks pemakaman keluarga Pesantren Tebuireng.
“Puncak peringatan haul akan diisi ceramah agama dari Anregurutta KH Sanusi Baco, mantan Rais Syuriyah PWNU Sulawesi Selatan yang merupakan teman akrab Gus Dur selama belajar di Universitas Al-Azhar Mesir,” ungkapnya.
Sehari sebelumnya ada  penampilan seribu pemain seni hadrah yang terhimpun dalam Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia atau Ishari Jombang.
Selain ceramah agama, dua sahabat dekat Gus Dur juga akan hadir. Yaitu, mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon Abdullah Syarwani dan cendekiawan muslim Habib Chirzin. “Beliau berdua akan mendapat kehormatan untuk menyampaikan sambutan, semacam testimoni tentang pertemanannya dengan Gus Dur,” pungkas Kepala Pesantren Putra Tebuireng ini.
Source: www.nu.or.id

Komentari artikel ini secara ilmiah dan berahlak

komentar