MetroIslam.com – Kepolisian Malaysia telah menangkap empat orang yang diduga terkait sel ISIS di Filipina selatan. Tiga di antara keempat orang tersebut adalah warga asing. Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia Khalid Abu Bakar mengatakan, sel ISIS yang beroperasi di Provinsi Mindanao, Filipina selatan itu dipimpin oleh mantan dosen Mahmud Ahmad, yang dikenal sebagai anggota ISIS berkebangsaan Malaysia. Sel tersebut telah berencana menggunakan negara bagian Sabah, Malaysia sebagai titik transit untuk para calon militan Asia Selatan dan Asia Tenggara yang ingin bergabung dengan ISIS di Filipina.

Dikatakan Khalid seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (24/1/2017), salah satu tersangka yang ditangkap, seorang pria Filipina, telah memerintahkan untuk merekrut para pengikut baru dari Bangladesh, Malaysia dan Indonesia, serta warga muslim Rohingya dari Myanmar, dan mengatur kepergian mereka ke Mindanao.

Pria Filipina tersebut, seorang pedagang jam, ditangkap di Sabah beserta seorang wanita Malaysia yang berencana menikah dan pergi bersamanya ke Filipina.

Polisi juga menangkap dua pria Bangladesh di Kuala Lumpur, ibukota Malaysia. Keduanya diduga telah direkrut oleh warga Filipina tersebut.

“Kedua orang itu diduga punya kaitan dengan kelompok Daesh (nama lain ISIS) di Bangladesh,” ujar Khalid .

Dijelaskan Khalid, sel ISIS yang dipimpin mantan dosen Mahmud telah bergabung dengan kelompok militan Filipina, Abu Sayyaf, dan menyatakan sumpah setia pada pemimpin Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon, yang merupakan buronan nomor satu di Fillipina.

Sebelumnya dalam sebuah video yang beredar pada Juni 2016 lalu, para militan yang mengklaim bertempur untuk ISIS menyatakan, mereka telah memilih Isnilon untuk memimpin faksi Asia Tenggara ISIS.

Malaysia telah menangkap lebih dari 250 orang terkait aktivitas para militan yang terkait ISIS antara tahun 2013 dan 2016. Negeri jiran itu telah dalam kondisi kewaspadaan tinggi menyusul serangan para militan terkait ISIS di Jakarta pada Januari 2016 lalu.

Source: www.islamtimes.org

Komentari artikel ini secara ilmiah dan berahlak

komentar