MetroIslam.com – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini mendesak penghentian kekerasan terhadap etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar seiring terjadinya eskalasi ketegangan di wilayah tersebut.

“Penyerangan dan kekerasan yang menimpa Muslim Rohingnya harus segera diakhiri,” kata Helmy di Jakarta, Senin 28 Agustus 2017.

Dia mengatakan PBNU juga mengutuk keras kejadian yang terjadi di Rakhine yang merupaman salah satu negara bagian Myanmar itu. Apapun alasannya dan motifnya, kata dia, kekerasan tidak bisa dibenarkan dan ditolelir.

“Kami mendesak pihak-pihak terkait, utamanya pemerintah Myanmar, Dewan Kemanan PBB dan juga ASEAN untuk proaktif dan mengambil langkah strategis untuk menyelesaikan tragedi kemanusiaan ini,” kata dia.

Perbedaan keyakinan dan ideologi, kata dia, tidak bisa dijadikan alasan untuk memberangus liyan.

“Saya mengutip Sayyidina Ali bahwa mereka yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudara dalam kemanusiaan. Ini penting diungkapkan untuk menunjukkan bahwa betapa kemanusiaan adalah basis utama untuk membangun apa yang disebut dengan perdamaian,” kata dia.

Ribuan orang meninggalkan rumahnya di negara bagian Rakhine, Myanmar, karena memburuknya kekerasan dalam dua hari belakangan ini. Penduduk sipil Muslim Rohingnya mengungsi dengan melintasi perbatasan ke Bangladesh namun penjaga perbatasan mengusir sebagian dari mereka kembali ke wilayah Myanmar.

Kekerasan marak dan berlanjut hingga Sabtu 26 Agustus 2017 setelah para pejuang Rohingya menyerang sekitar 30 kantor polisi pada Jumat sehari sebelumnya. Motif penyerangan diduga sebagai respon atas intimidasi aparat Myanmar terhadap etnis Rohingya di sejumlah tempat.

Umat Muslim Rohingya tidak diakui sebagai warga negara di Myanmar -yang mayoritas penduduknya beragama Budha- dan sering menjadi korban kekerasan aparat keamanan maupun kelompok militan Budha.

Sebelum kekerasan terbaru ini, puluhan ribu warga Rohingya sudah mengungsi ke Bangladesh karena mengaku menjadi korban penganiayaan.

Rakhine -yang merupakan negara bagian termiskin di Myanmar- menjadi tempat tinggal dari lebih dari satu juta orang Rohingya yang beragama Islam.

Source: www.satuislam.org

Komentari artikel ini secara ilmiah dan berahlak

komentar