MetroIslam.com – Tiga ahli HAM PBB mengecam tindak rasisme dan xenophobia yang meninggi di AS, dan bahwa insiden supremasi kulit putih di Charlottesville, Virginia, adalah contoh kebangkitan rasisme di Negeri Paman Sam itu.

Salah satu ahli bernama Anastasia Crickley, mengatakan dalam pertemuan pada Rabu (16/8/17) bahwa ia “terkejut dan takut atas kebencian rasial dari kelompok supremasi kulit putih, ekstrimis sayap-kanan, dan kelompok neo-Nazi,”

“Ada sebuah isu yang perlu diperhatikan Presiden Trump dan seluruh rakyat AS,” katanya, “Warisan perbudakan masih sangat jelas di AS… [yaitu] penindasan orang-orang keturunan Afrika.”

Crickley juga mengkritik Trump karena mengatakan bahwa kedua pihak yang berseteru di insiden Charlottesville adalah “orang-orang yang sangat baik.”

“Tidak ada persamaan moral antara para rasis dan orang Amerika yang berdiri melawan kebencian dan kefanatikan,” tegas Crickley.

Trump telah menjadi sasaran kritik dari publik luas akibat kegagalannya mengecam gerakan rasisme dan supremasi kulit putih dengan keras.

Dia telah dikucilkan oleh para tokoh besar di AS, yaitu oleh pejabat tinggi di Partai Republik, para presiden pendahulunya, dan banyak pejabat luar negeri.

Source: www.liputanislam.com

Komentari artikel ini secara ilmiah dan berahlak

komentar