MetroIslam.com – Umat Islam di Amerika Serikat menggelar parade Islam tahunan di Kota New York pada Ahad 24 September 2017  waktu setempat. Parade ini dikenal dengan United American Muslim Day mengusung tema “Building Bridges” (membangun jembatan) sebagai antithesis dari kebijakan-kebijakan Donald Trump yang dinilai memecah belah dan rasis.

Donald Trump identik dengan slogannya “Building Walls” atau membangun dinding. Uniknya, parade Islam tahun ini banyak diikuti masyarakat non Muslim dan berjalan dengan lancar.

“Alhamdulillah hari ini telah berlangsung parade Islam tahunan di kota New York. Parade ini adalah yang ke-32 tahun sejak dimulai tahun 1985 lalu,” ujar Imam Shamsi melalui keterangan tertulis, Senin, 25 September 2017.

Imam Shamsi yang juga sebagai Ketua Parade Islam di Kota New York sejak 1998 mengatakan, ada yang unik pada parade tahun ini. Pertama, parade ini didedikasikan sebagai solidaritas penuh untuk Rohingya. Sehingga, Grand Marshal yang dipilih adalah seorang aktivis dari komunitas Rohingya bernama Mouhiddin Yousuf.

Salah seorang Honorary Grand Marshal atau Grand Marshal kehormatan adalah Rabbi Marc Schenier, seorang pemimpin Yahudi yang berpengaruh di kota New York.

Kedua, lanjut Imam Shamsi, parade ini banyak dihadiri masyarakat non Muslim. Hal ini sebagai bukti bahwa umat Islam tidak sendirian dalam menghadapi tantangan-tantangannya.

“Alhamdulillah, saya telah menjadi ketua parade ini sejak tahun 1998 lalu,” ujar laki-laki asal Bulukumba Sulsel ini.

Parade Muslim ini sudah berjalan 32 tahun, diikuti beberapa negara dari Amerika, Eropa, Australia dan lainnya. Parade Muslim bertujuan menjawab kelompok-kelompok yang tidak suka terhadap Islam (Islamphobia) yang kerap memojokkan kaum muslimin.

Source: www.satuislam.org

Komentari artikel ini secara ilmiah dan berahlak

komentar