MetroIslam.com – Dunia maya semakin sesak dengan kebencian. Seorang pemuda bernama Wahyu Cokro Buwono (37), warga Rt. 07, Rw. 007, Kel. Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, harus berhadapan dengan Banser karena telah menghina Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan di akun Facebooknya.

Sebelumnya, pada 15 Mei 2017 lalu, Wahyu membuat status yang membuat warga nahdliyyin dihinakan olehnya. Sambil memposting foto Maulana Habib Luthfi saat beliau mengisi acara haul Sunan Ampel Surabaya beberapa waktu lalu, ia menulis begini:

“Terbongkar sudah kenapa akhlaq Banser rusak. Ternyata imam besar Banser tauhidnya kuburan. Ajaran siapa itu menghias kuburan? Katanya Habib keturunan nabi kok jauh banget dengan ajaran nabi. Mikir yuk”
Ini status menghina Habib Luthfi

Dengan sembrono, Wahyu Cokro Buono mengaitkan akhlak dengan kuburan. Dikaitkan langsung antara Habib Luthfi sebagai pemimpin Banser dan juga keturunan Nabi. Kontan saja menuai masalah.

Banser pun datang ke rumahnya untuk klarifikasi. Tapi, dari video yang didapatkan Dutaislam.com, Wahyu hanya melongo dan seperti orang tidak paham, tidak merasa salah telah menghina ulama Nahdliyyin yang sangat dihormati itu. Tapi ia tetap harus menulis pernyataan meminta maaf pada 17 Mei 2017.

Permintaan maaf tertulis Wahyu Cokro Buono
Andai saja si Wahyu punya guru mursyid, tentu ia akan menghitung berkali-kali untuk menulis status yang tidak berdasar tersebut.

Source: www.muslimoderat.net

Komentari artikel ini secara ilmiah dan berahlak

komentar