MetroIslam.com – Di sela kesibukannya sebagai Amirul Hajj, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin juga menyempatkan diri untuk sowan dengan dua ulama terkemuka di Makkah. Keduanya adalah Sayyid Ahmad bin Muhammad bin Alawy Al Maliki Al Hasani dan Syeikh Muhammad bin Ismail Al Makky. Keduanya tinggal di Distrik Rushaifah, Mekah.

Tiba sekitar pukul 19.30 waktu Arab Saudi, Menag disambut langsung oleh Sayyid Ahmad. Saat itu, sedang dilangsungkan pembacaan Qasidah Burdah yang berisi ungkapan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Tampak hadir juga KH Agoes Ali Masyhuri, anggota Amirul Hajj Asrorum Ni’am Sholeh, serta sejumlah alumni dan jemaah haji Indonesia. Dalam kesempatan itu, Menag menyampaikan apresiasi medalam kepada Sayyid Ahmad atas kontribusinya dalam ikut membesarkan Islam moderat, Islam yang senantisa menyebarkan kemaslahatan bagi sesama hingga ke Indonesia.

“Banyak ulama kita sejak puluhan tahun mengenyam pendidikan (di sini), sejak dikelola oleh orangtua Sayyid Ahmad, yaitu Sayyid Muhammad bin Alawy. Sebagai Amirullah Hajj, selain untuk silahturahim saya juga ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada beliau,” kata Menag di Ruseifah, kemarin.

Selama ini, Sayyid Ahmad memang dikenal sebagai yang pemikirannya sangat moderat. Dengan silahturahmi ini, Menag berharap kerja sama antar ulama Mekah dan Indonesia tetap terpelihara dan terjaga dengan baik.

Sebelumnya, Sayyid Ahmad juga menyampaikan selamat datang atas kehadiran Menag Lukman Hakim Saifuddin. Menurutnya, tugas ulama adalah berdakwah dan berdoa, serta mendukung apa yang diupayakan pemerintah. “Tugas pemerintah memberikan keamanan dan kenyamanan pada rakyatnya,” pesan Sayyid Ahmad.

Dalam kesempatan itu, Sayyid Ahmad kembali memberikan ijazah tasalsul berupa surban berwarna hijau. Surban itu bahkan dikenakan langsung oleh Sayyid Ahmad ke leher Menag. Ijazah yang sama pernah diberikan oleh keturunan Nabi Muhammad Saw ini kepada Menag pada tahun 2015 lalu.

Dari kediaman Sayyid Ahmad, Menag langsung sowan ke kediaman Syeikh Muhammad bin Ismail. Menurut Menag, orang tua Syekh Muhammad adalah tokoh yang ssangat dikenal di Indonesia. Banyak ulama Indonesia yang belajar dari Syekh Muhammad dan Syekh Ismail bin Muhammad.

“Silaturahim ini juga dalam rangka agar kerjasama antara ulama Makkah dan Indonesia tetep terjaga dan terpelihara,” harapnya.

Source: www.ihram.com

Komentari artikel ini secara ilmiah dan berahlak

komentar