MetroIslam.com – Mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown dalam bukunya yang berjudul “My Life, Our Times” dan dipublikasi pekan ini membuat pernyataan kontroversial di tengah publik Inggris bahwa Amerika Serikat (AS) telah menggunakan tipu daya untuk melibatkan Inggris dalam serangan ke Irak.

Seperti dilansir Guardian, Minggu (5/11/2017), Brown menjelaskan bahwa Kemhan AS Pentagon mengetahui bahwa Baghdad saat itu tidak memiliki senjata pemusnah massal tapi tidak memberitahukan fakta ini kepada Inggris.

Brown yang menjabat menteri keuangan Inggris ketika terjadi perang Irak pada tahun 2003, dan menggantikan Tony Blair sebagai perdana menteri Inggris pada tahun 2007 menyatakan bahwa laporan dinas intelijen AS mengenai dugaan adanya senjata pemusnah massal di tangan rezim mendiang Saddam Hossein sama sekali tidak diserahkan kepada pemerintah Inggris, dan seandainya hal ini terjadi maka akan terjadi perkembangan sesuai skenario lain.

Sesuai data-data yang dimilikinya, Brown berkesimpulan bahwa intervensi militer bukanlah cara terakhir atau reaksi yang tepat, dan akibat manipulasi AS itu Inggris bergabung dalam operasi militer sebelum menggunakan cara damai dalam perlucutan senjata.

Brown mengatakan bahwa selaku menteri keuangan saat itu dia paling banyak memiliki data-data intelijen dari badan-badan pemerintahan Inggris lainnya, tapi dinas rahasia Inggris MI-6 memastikan kepadanya bahwa ada bukti-bukti kuat bahwa Baghdad memiliki senjata pemusnah massal.

Namun, lanjutnya, dia lantas meninjau “bukti-bukti” itu setelah dia meninggalkan jabatannya sehingga kemudian berkesimpulan, “Kita semua telah disesatkan mengenai adanya senjata pemusnah massal.”

Brown menunjuk pada sejumlah dokumen penting mulai September 2002 yang disiapkan oleh Menhan AS saat itu, Donald Rumsfeld, dan telah bocor tahun lalu. Menurut Brown, jelas bahwa bukti “keberadaan WMD lemah, bahkan dapat diabaikan dan di area-area utama tidak ada”.

Brown juga mengungkapkan bahwa ketika mulai memegang jabatan perdana menteri Inggris pada 2007 dia berencana menarik tentara Inggris keluar dari Irak jauh sebelum AS, namun dia mengurungkan rencana ini sampai tahun 2009 agar tidak terlihat terlalu kontras antara kebijakannya dan kebijakan pendahulunya, Tony Blair.

Source: www.liputanislam.com

Komentari artikel ini secara ilmiah dan berahlak

komentar