MetroIslam.com – Seorang nenek Palestina berumur 75 tahun mengaku ia dan keluarganya diusir oleh polisi Israel dari rumah mereka yang sudah ditempati selama 53 tahun. Demikian laporan dari kantor berita AFP pada Minggu (6/8/17).

Sang nenek bernama Fahamiya Shamasneh dan keluarganya memiliki sisa waktu sampai hari Rabu untuk meninggalkan rumah tersebut  di Yerusalem al-Quds. Kawasan itu akan dijadikan pemukiman Yahudi, dengan alasan orang Yahudi sudah memiliki tanah tersebut sebelum orang Palestina tinggal di sana.

Shamasneh mengatakan, tidak pernah ada yang mengganggu keluarganya dengan klaim kepemilikan tanah sebelum tahun 2009, ketika sebuah keluarga Yahudi mengajukan gugatan untuk mengambil rumah tersebut.

Keuarga pengadu telah menjual hak mereka ke perusahaan AS, yang kemudian membuat Mahkamah Agung Israel mengeluarkan perintah penggusuran.

“Lima puluh tiga tahun tinggal di sini artinya tidak mudah untuk meninggalkannya. Saya masih seorang gadis kecil saat pertama kali menempati rumah ini,” kata Fahamiya.

“Polisi [Israel] mengancam kami. Kmai tidak tahu apa yang harus dilakukan,” tambahnya.

Organisasi anti-penjajahan Israel, Peace Now, menilai penggusuran rumah tersebut adalah bagian dari “proses besar dari pemerintah [Israel] dalam membangun pemukiman baru di kawasan Sheikh Jarrah.”

Sejak lama, Israel membangun pemukiman Yahudi ilegal di atas tanah rakyat Palestina. Langkah ini telah dikecam oleh komunitas internasional. Kini,  terdapat lebih dari 600.000 warga Israel menempati pemukiman-pemukiman tersebut.

Source: www.liputanislam.com

Komentari artikel ini secara ilmiah dan berahlak

komentar