MetroIslam.com – Allah swt berfirman,

‎رَبَّنَا إِنَّكَ مَن تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” (QS.Ali imran:192)

Ayat ini menarik untuk kita renungkan bersama. Ayat ini adalah kutipan doa dari orang-orang berakal yang disebut dalam bahasa Al-Qur’an sebagai “Ulul Albab”.

Bagi mereka siksaan fisik itu terletak di nomer kesekian, namun siksaan yang paling dahsyat adalah ketika harga diri dijatuhkan. Bahkan ketika berbicara tentang neraka, mereka tidak memikirkan siksaan api tapi bagi mereka masuk ke dalam neraka adalah kehinaan yang terbesar.

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia…”

Orang-orang mulia memandang harga diri sebagai harta yang termahal. Boleh lah orang lain menyakiti tubuh mereka tapi jangan sampai menyentuh kehormatan dan harga diri mereka.

Seperti kisah Nabi Yusuf as yang menolak untuk dibebaskan dari penjara. Yusuf memberi syarat bahwa beliau mau keluar asalkan masyarakat Mesir sudah tau siapa yang bersalah dalam fitnah perselingkuhan dengan Zulaikha. Karena bagi beliau, harga diri jauh lebih penting dari kehidupan bebas diluar penjara.

‎وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِي بِهِ ۖ فَلَمَّا جَاءَهُ الرَّسُولُ قَالَ ارْجِعْ إِلَىٰ رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ مَا بَالُ النِّسْوَةِ اللَّاتِي قَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ ۚ إِنَّ رَبِّي بِكَيْدِهِنَّ عَلِيمٌ

Raja berkata: “Bawalah dia kepadaku”. Maka tatkala utusan itu datang kepada Yusuf, berkatalah Yusuf: “Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya Tuhanku, Maha Mengetahui tipu daya mereka”. (QS.Yusuf:50)

Source: www.khazanahalquran.com

Komentari artikel ini secara ilmiah dan berahlak

komentar