MetroIslam.com – Allah swt berfirman,

لِمَ تَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آمَنَ تَبْغُونَهَا عِوَجًا

“Mengapa kamu menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah, kamu menghendakinya (jalan Allah) bengkok.” (QS.Ali ‘Imran:99)

Ayat singkat ini menyimpan makna yang begitu dalam. Ada banyak pilihan jalan dalam kehidupan ini dan hanya ada satu jalan yang lurus. Jalan manakah yang lurus?

Satu-satunya jalan yang lurus hanyalah jalan Allah, sementara ribuan pilihan yang lain pasti bengkok dan menyimpang.

Pilihan jalan kita berdampak pada seluruh aspek kehidupan kita. Ketika ada seseorang menolak jalan Allah atau seorang muslim menolak aturan Allah, maka segala urusan hidupnya akan menyimpang dan jauh dari kata selamat.

Menghindar dari jalan Allah artinya berjalan menuju kerusakan. Menolak aturan Allah artinya menentang fitrah dan merusaknya.

Mengapa bisa seperti itu?

Karena aturan Allah selalu sejalan dengan fitrah manusia. Melawan aturan-Nya berarti melawan naluri kemanusiaan diri kita sendiri.

Lalu apa efek dari menolak aturan Allah?

Efek yang tampak pertama kali adalah kerusakan pola pikir. Kemudian  disusul dengan rusaknya hati dan jiwa kita.

Ketika pikiran, hati dan jiwa mulai rusak maka akan merusak sikap dan hubungan kita dengan sesama manusia. Dan pada akhirnya segala urusan dan hubungan kita didunia ini akan berantakan karena pilihan jalan yang salah.

Satu-satunya jalan yang mampu menyelamatkan kita hanyalah jalan Allah swt. Maka jangan pernah berpindah kepada pilihan lain, karena selain menapaki jalan Allah kita akan menemukan penyimpangan dan kerusakan.

Semoga bermanfaat..

Source: www.khazanahalquran.com

Komentari artikel ini secara ilmiah dan berahlak

komentar