MetroIslam.com – Seorang hakim di Spanyol  menginstruksikan penahanan perdana menteri Israel dan pejabat Rezim Zionis lainnya. Mereka divonis bersalah dalam insiden penyerangan atas kapal Mavi Marmara pada tahun 2010. Berdasarkan perintah ini, mereka akan ditangkap jika menginjak tanah Spanyol.

Harian Israel, Haaretz, melaporkan, selain Netanyahu, para pejabat Zionis yang didakwa terlibat adalah Avigdor Lieberman (mantan menlu Israel), Moshe Yaalon (menteri perang saat ini), Ehud Barak (mantan menhan), Ely Yishai (mantan mendagri), Dan Meridor (mantan menteri intelijen), dan Benny Begin (staf perdana menteri).

Orang-orang ini bersama Netanyahu membentuk “Kelompok 7” yang merupakan komite khusus menteri. Komite ini bertugas mengambil keputusan vital dalam masalah keamanan.

Mantan kepala AL Israel, Eliezer Marom, yang memimpin penyerangan atas Mavi Marmara juga berada di ambang penahanan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel pada Sabtu (19/8) mengatakan,”Instruksi hakim Spanyol ini adalah tindakan provokatif. Kami akan berusaha membatalkan instruksi ini melalui kerjasama dengan para pejabat Spanyol.”

Sebanyak 10 pegiat aksi kemanusiaan tewas dalam penyerangan tentara Israel atas kapal Mavi Marmara.  Kapal ini diserang saat menuju Palestina untuk membawa bantuan bagi warga Gaza.

Source: www.liputanislam.com

Komentari artikel ini secara ilmiah dan berahlak

komentar