MetroIslam.com – Kiai sepuh Nahdlatul Ulama Mustofa Bisri atau Gus Mus mendukung Polri dalam memberantas ujaran kebencian, fitnah dan berita menyesatkan di media sosial. Menurutnya, berita bohong di medsos bisa memecah belah persatuan bangsa.

“Sudah jelas negara ini berdiri atas dasar perbedaan yang berhasil disatukan, kok ini mau dipecah lagi,” kata Gus Mus saat menerima kunjungan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kamis (6/6) malam di pesantren yang diasuhnya di Rembang, Jawa Tengah.

Ia menegaskan, masyarakat tidak bisa tinggal diam begitu saja dalam menyikapi berita bohong yang menyesatkan di medsos.

“Selalu saya katakan sing waras ojo ngalah (yang waras jangan mau kalah),” katanya.

Di tempat yang sama, Tito mengatakan saat ini telah dibentuk Tim Patroli Cyber untuk mengawasi ujaran kebencian melalui media sosial. Tim Cyber ini dibentuk di beberapa unit kerja seperti intelijen, reserse dan kriminal, dan hubungan masyarakat.

“Di Intelkam (Intelijen dan Keamanan) ada Keamanan Khusus, di Reserse ada bagian Cyber Crime dan di Humas mulai ada Multimedia”, kata Tito.

Lihat jug

Jika ada temuan dugaan ujaran kebencian, petugas akan mengusutnya dengan berdasarkan pada Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Tito mengatakan, Patroli Cyber ini juga sebagai bentuk penguatan pada fatwa Majelis Ulama Indonesia soal berperilaku di media sosial yang baru saja diterbitkan.

“MUI sudah mengeluarkan Fatwa untuk pencegahan atau preventif, kini Polri tinggal menguatkannya dengan penindakan hukum”, kata Tito.

Source: www.cnnindonesia.com

Komentari artikel ini secara ilmiah dan berahlak

komentar