MetroIslam.com – Amirul Hajj yang juga Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meninjau sejumlah tenda jemaah haji Indonesia di Arafah, Arab Saudi, Rabu 30 Agustus malam. Peninjuan dalam rangka persiapan puncak haji, yakni wukuf di Padang Arafah.

Seperti biasa, Lukman selalu menyempatkan diri berdialog dengan beberapa jemaah, dan selalu saja ada celetukan dari jemaah terkait pelayanan haji 2017. Mislanya di Maktab 23, jemaah yang kebanyakan berasal dari Palembang.

Saat menemui jemaah kloter 1 Palembang itu, Menag mengingatkan agar jemaah memanfaatkan malam ini (Rabu, 30 Agustus 2017) untuk beristirahat. Karena jemaah akan melaksanakan sejumlah kegiatan sebelum masuk waktu wukuf.

“Sekarang manfaatkan waktu untuk istirahat. Karena pagi sudah harus siap-siap untuk wukuf. Kemudian mendengarkan hutbah wukuf dan berdoa sebanyak-banyaknya,” imbau Menag.

Lukman pun menjelaskan mengenai makanan yang harus segera disantap, karena khawatir basi. Belum selesai memberi arahan, tiba-tiba muncul pertanyaan dari jemaah.

Mereka menanyakan alasan tidak pernah dapat menu ayam goreng, dan sambal dalam setiap menu yang disajikan pada jemaah mulai dari Madinah, Mekah, hingga Arafah.

“Ayam goreng belum pernah ada, Pak,” celetuk jemaah.

“Sambal juga tidak ada, Pak. Kurang semangat lah Pak,” saut jemaah lain.

Lukman pun menjelaskan alasan tidak pernah ada sambal di setiap nasi boks yang diberikan pada jemaah. Kata Menag, sambal akan menggangu pencernaan, apa lagi buat mereka yang tidak terbiasa makan pedas.

Lukman kemudian membalas celutukan jemaah dan bertanya, “Apakah jemaah dari Palembang ada yang minta pempek?”

“Kalau pedas itu dapat mengganggu pencernaan. Ini enggak minta pempek? Kan biasa makan cuko,” gurau Menag yang disambut tawa jemaah pria itu.

Lukman akhirnya berpamitan dan kembali mengingatkan agar jemaah beristirahat malam itu. Jemaah kemudian mendekat dan menyalami Menag.

Menag bersama romongan seperti Kadaker Bandara Arsyad Hidayat, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis, kemudian menemui jemaah haji di Maktab 7.

Di tempat tersebut, kebanyakan jemaah berasal dari Depok, Jawa Barat. Lukman sempat mempertanyakan alasan pendingin ruangan yang ada di tenda khusus wanita itu tidak berfungsi dengan baik.

Lukman merasa kegerahan di tenda jemaah haji perempuan itu. Dia kemudian mengecek pendingin ruangan itu.

Menurut Menag, petugas mengatur pendingin ruangan itu dalam posisi tinggi, sehingga suhu ruangan panas.

“Apa sebelah sana juga? Ini tidak dicek mungkin, belum diatur,” ujar Menag.

Source: www.liputan6.com

Komentari artikel ini secara ilmiah dan berahlak

komentar