MetroIslam.com – Pihak Kejaksaan Agung Malaysia telah menyatakan bahwa rekening gendut milik Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak, berasal dari Arab Saudi. Dana sebesar USD681 juta atau sekitar Rp9,4 triliun itu dipakai untuk memenangkan Najib dalam Pemilu.

Namun, muncul pertanyaan, kenapa Arab Saudi begitu peduli dengan pemilu di Malaysia yang nota bene adalah non-Arab. Sebuah sumber di tubuh pemerintah Saudi mengatakan bahwa sumbangan itu diberikan di tengah kekhawatiran Riyadh akan pengaruh Ikhawanul Muslimin (IM).

Dikutip dari laman BBC, Rabu (27/1/2016), sumber tersebut mengatakan, Arab Saudi menganggap IM sebagai organisasi teroris. Saudi sangat marah atas peristiwa di Mesir, dimana Presiden Mohammed Morsi sibuk berkonsolidasi dengan IM dibanding mengurus negara.

Sumber tadi juga mengungkapkan jika dana tersebut tidak murni dari Arab Saudi. Ada sejumlah negara yang ikut ‘patungan’ dalam dana tersebut seperti Yordania, Maroko, Mesir, dan Sudan.

Dana tersebut digunakan untuk membantu Najib dan koalisinya memenangkan pemilu, memperkerjakan tim komunikasi strategis dengan pengalaman internasional, dengan fokus pada provinsi Sarawak, dan pendanaan program sosial melalui kampanye partai. Alhasil, koalisi Najib Razak pun berhasil memenangkan pemilu Malaysia dan Najib Razak kembali berkuasa.

Source: www.sindonews.com

Komentari artikel ini secara ilmiah dan berahlak

komentar