MetroIslam.com – Sebanyak seribu pelajar madrasah aliyah negeri di Bondowoso mengikuti ruqyah Aswaja, Senin 21 Agustus 2017. Sebelumnya, Jam’iyah Ruqyah Aswaja (JRA) mengawalinya dengan shalawat qiyam yang diiringi hadrah siswa MAN Bondowoso, membaca istighfar, dan beberapa ayat Al-Quran.

“Kita juga ingin membentengi anak-anak agar tidak terjebak dengan doktrin dan paham radikal yang berkedok pengobatan alternatif,” kata Pengasuh PPI Nurul Burhan Badean Bondowoso KH Imam Barmawi Burhan.

Ia mengapresiasi pelaksanaan ruqyah aswaja yang sejak dulu dilakukan oleh para Kiai NU.

“Agenda itu salah satunya untuk membendung pengaruh Wahabi,” kata Kiai Imam yang juga pernah menjabat Kepala MAN Bondowoso.

Allama A’lauddin Shiddiqy (Gus Amak) yang merupakan guru besar JRA menjelaskan, spirit pelaksanaan ruqyah aswaja ini adalah mempertebal iman para peserta didik yakni meyakini bahwa Al-Qur’an adalah syifa (obat) bagi orang yang sakit.

Menurutnya, salah satu pintu masuk setan dalam tubuh manusia adalah kurangnya iman. Itu dicerminkan ketika seseorang meninggalkan shalat dan tidak menyempurnakan wudhu. Kebanyakan yang dikuasai bangsa jin adalah karena melakukan dua hal tersebut.

“Ruqyah aswaja ini berbeda dengan kebanyakan metode ruqyah yang dilakukan oleh kalangan Wahabi,” jelas Gus Amak.

Direktur Aswaja NU Center Bondowoso KH Anwar Syafi’i yang juga pengurus NU Bondowoso menjelaskan, setan mengganggu manusia melalui jalan darah, pori-pori serta lubang tubuh.

“Bisa melalui makanan juga. Makanya, kalau makan tidak membaca bismillah, kita rentan digoda setan,” jelasnya.

“Semakin hati kita bersih, tersambung dengan para kiai dan salafunas shalih, maka akan semakin terjaga diri kita,” imbuhnya.

Source: www.satuislam.org

Komentari artikel ini secara ilmiah dan berahlak

komentar