MetroIslam.com – Juru bicara AD Banglades, Sabtu (2/7/2016), mengatakan, kelompok militan bersenjata yang menyerbu sebuah restoran di Dhaka menewaskan 20 warga sipil yang mereka sandera.

“Kami menemukan 20 jenazah. Sebagian besar dari mereka tewas karena dibacok senjata tajam,” kata juru bicara militer Brigjen Nayeem Ashfaq Chowdury tanpa memberikan kebangsaan para korban.

Sebelumnya, pasukan khusus Banglades mengakhiri drama penyanderaan di sebuah restoran di ibu kota Dhaka dan menewaskan enam orang penyandera.

“Operasi sudah berakhir. Situasi sepenuhnya sudah terkendali,” kata juru bicara militer, Kolonel Rashidul Hasan.

Sementara itu, Letnan Kolonel Tuhin Mohammad Masud, komandan pasukan elit Batalion Aksi Cepat (RAB) yang menyerbu restoran itu, mengarakan, jatuh beberapa korban termasuk enam penyandera.

“Kami menembak mati enam teroris. Area yang mereka kuasai sebelumnya sudah dibebaskan,” kata Masud kepada stasiun televisi India’s Times.

Masud menambahkan, beberapa sandera juga menjadi korban tetapi dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Masud melanjutkan, pasukannya membebaskan para sandera termasuk seorang warga Jepang yang terluka dan dua warga Sri Lanka. Dia menambahkan beberapa teroris juga ditangkap.

Stasiun televisi setempat mengabarkan, pasukan khusus Banglades menyerbu restoran Holey Artisan Bakery pada pukul 07.40 pagi.

Pasukan yang dikerahkan termasuk personel dengan senapan serbu otomatis dan setidaknya tujuh kendaraan tempur serta beberapa ambulans.

Media setempat juga mengabarkan seorang warga Argentina dan dua warga Banglades sudah terlebih dahulu diselamatkan pada Sabtu dini hari, tetapi kabar soal kondisi mereka belum diperoleh.

Pasukan komando yang menyerbu restoran itu menemukan lima jasad bersimbah darah tergeletak di lantai. Sejauh ini belum diketahui apakah kelima jasad itu para penyerang atau sandera.

Sejauh ini meski ISIS mengklaim mendalangi penyerangan itu, pemerintah Banglades belum mengeluarkan tanggapan. Apalagi, selama ini pemerintah Banglades selalu membantah keberadaan ISIS di negeri itu.

Sedangkan pemerintah AS mengatakan, sudah mendengar klaim ISIS itu tetapi belum dapat memastikan keotentikan klaim tersebut.

Sekitar 35 orang pengunjung restoran, termasuk 20 warga asing sempat disandera ketika sekelompok orang bersenajta menyerbu restoran yang terletak di kawasan Gulshan, yang banyak ditempati kantor-kantor diplomatik.

Source: www.kompas.com

Komentari artikel ini secara ilmiah dan berahlak

komentar